Dibawah Pohon yang Tinggal Sendiri

oleh : Sutihat Rahayu Suadh Aku menikmati senja sore itu, hanya sendiri. Kau yang mengenalkan tempat dimana semuanya terasa lebih baik, kau masih mengingatnya?. Katamu, senja akan membawa kesedihan kita. Kau suka sekali memotret, dan aku tidak pernah menyukai lensa kamera yang kau arahkan padaku. Aku masih butuh waktu untuk mengenalmu, seperti mengenal tempat ini….

Langit-langit (Perjalanan Kita)

Oleh: Sutihat Rahayu Suadh Berhenti pada jarak yang jauh dan memandang hal yang sama. Kita saling diam. pertemuan. Selalu saja menyisakan pertanyaan “siapa?” Siapakah yang baru saja aku temui. Tidak tentu dan tidak pasti terjawab. Aku melihatnya berlalu dengan langkah kaki yang hening, senyumnya mengembang tipis. Aku ingin pertemuan hari itu kembali. Saat hujan aku…

Aku Bukan Tujuanmu

Saya pernah menulis sebuah relevansi perasaan dengan judul “Aku Bukan Tujuanmu”. Aku tidak paham dengan cara mencintai dengan benar. ketika aku hanya kau jadikan pilihan, jadikan perbandingan diantara puluhan bahkan ratusan wanita yang mengaku mencintaimu. Bertemu denganmu harusnya membawaku kekota impian yang disana terletak syurga hanya untuk kita berdua, tak ada siapapun bahkan hanya sehelai daun…

Aray dan Alice “Mawar Liar”

Oleh : Sutihat Rahayu Suadh Apa yang terjadi ketika perasaan yang diam-diam menyelinap datang. Waktu tak pernah merubah apapun bagi aray, tak kecuali Alice. Bagi lelaki itu cinta bukan prihal mengatakan apa yang ada didalam hati atau membuatnya kembali mengingat lima tahun lalu. Perpisahan tak akan merubah apapun, kecuali hanya segelintir kenangan yang harus tersimpan didalam…

Langit-Langit

Oleh : Sutihat rahayu suadh Kadang, seseorang yang sangat ingin kau jumpai, adalah ia yang kau hindari ketika bertemu. Seseorang yang sangat ingin kau ajak bicara, adalah ia yang kau diamkan ketika berjumpa. Seseorang yang sangat ingin kau beri senyum, adalah ia yang kau acuhkan begitu saja. Perasaan yang nyata ini aneh dan lucu. (via kurniawangunadi)…

BUNDA

(untuk bunda tersayang) oleh : Sutihat Rahayu Suadh Aku tak habis-habisnya menyesal. Aku melihat perempuan itu tak berdaya, air matanya jatuh begitu saja. Beberapa orang mendorongnya masuk keruang IGD. Matanya samar-samar melihat namun sepertinya ia tak sadarkan diri. Laki-laki sederhana yang wajahnya kulihat begitu kusut, menitihkan air matanya. Aku tetap diam, menahan seluruh rasa sakit….

Greathes Love

oleh: sutihat rahayu suadh Orang-orang selalu bilang langit itu biru? kamu percaya… Aku membereskan kertas-kertas yang berserakan, yang tak sengaja kujatuhkan. Kamu berdiri didepan sana melihat kearahku. Aku pura-pura tak melihat seperti biasanya, tapi kali ini aku tak berharap kau datang. Kau berdiri cukup lama, orang-orang melihat kerah kita, dan kau seakan mengabaikan mata-mata yang…

Cerpen : Buku-Buku yang Sama

Oleh : Sutihat Rahayu Suadh Aku menyeret kardus-kardus yang berisi buku. Buku-buku yang dulu aku simpan selepas kuliah. Aku meletakannya dibawah meja belajar, karena ukurannya cukup besar. Aku menariknya lalu membukakan lakban yang merekatkan kedua sisinya. Hari ini, hari yang berbeda. Aku berfikir untuk kembali membuka buku-buku apa saja yang kuletakan ditempat yang gelap dan…

Suatu hari, seorang anak perempuan bertanya kepada ayah tentang sesuatu hal yang membuatnya resah. “Ayah, bagaimana cara kita menjalani hidup ini dengan ketenangan?”, tanyaku pada sore hari, sore kala ayah sedang duduk dengan sebuah buku dan secangkir kopinya. Ayah meletakkan bukunya. Membuka kacamatanya. Menyuruhku duduk. “Agar hidup kamu tenang, lakukan segala sesuatu di dunia dengan…

” Aku pun ingin merasakan menyentuh langit, tertawa bersamamu dipuncak gunung. Kau dengan filosofimu bercerita tentang apa yang kita lihat disepanjang perjalanan. Sampai lelah kita terasa tak berharga. Hari itu, aku jatuh hati padamu. Aku diam-diam memperhatikanmu yang melihat kearah yang lain. Kau memberiku warna yang tak pernah kulihat selain hitam dan abu-abu. Peraturan, dan…

“Saya selalu melihat perjalanan hidup seseorang; bagaimana dia terbang lalu jatuh, bagaimana dia tersenyum lalu tergugu, bagaimana dia tetap berjalan dijalannya meski kakinya penuh dengan luka. Dia hanya salah satu orang yang berhasil berdiri dipuncak kehidupan yang menjadi tujuannya. Tidak ada yang mampu merubah keyakinannya, meski terkadang hatinya menahan setiap badai yang datang. Saya selalu…

‘Anak Perempuan’

Bapak adalah laki-laki paling khawatir saat anak perempuannya jatuh cinta. Ketika usia anaknya bertambah menjadi kepala dua. Bukan kepalang beliau siang malam memikirkan segala kemungkinan. Laki-laki seperti apa yang akan anak perempuannya nanti ceritakan. Cerita yang mau tidak mau seperti petir di lautan siang-siang. Kekhawatiran itu tidak berlebihan. Sebab sepanjang pengetahuannya, tidak ada laki-laki yang…