Perjalanan Menuju Tuhan

 

Barangkali kamu lupa bahwa hidup kita adalah perjalanan. Kamu perlu tahu, bahwa sesuatu bisa berubah tak selalu sama. Kamu hanya mengenalku dimasalalu, tidak di saat ini. Bagaimana aku dalam ingatanmu hanyalah gadis kecil yang pemarah. Aku masih menyesali segalanya, saat langkah kakiku semakin jauh.

Bagaimana perjalanan ini membuatku menjadi lebih kuat namun lebih dingin. Aku menikmati hempasan angin, dan mendapati daun-daun kering di musim kemarau. Aku melewati sebuah jalan dimana tak ada siapapun, dan aku mulai ketakutan. Aku menemukan sebuah jalan kecil dalam keputusasaanku, disana aku menemukan Tuhan yang selama ini bahkan jarang kusebut Namanya. Tuhan, yang aku sadari tak pernah pergi. Dalam gelap, ketika aku ingin kembali dan tak ada siapapun, aku menemukan diriku tengah menangis tersedu.

Aku sering bertanya, tidak, lebih tepatnya berharap bahwa orang-orang yang sedang dalam perjalanan akan menjadi lebih baik sebanyak langkah kakinya.  Barangkali kita pernah menyesal dimasalalu karena kebodohan dan kekanakan kita, tak apa, karena akan ada Tuhan yang memaafkan. Masalalu adalah bagian dari perjalanan menuju pulang. Kita tak perlu menjelaskan bagaimana perjalanan kita, bagaimana kaki kita akhirnya terluka, dan bagaimana sulitnya menjadi seseorang yang akhirnya menemukan Tuhan dalam hatinya.

Entahlah, manusia seperti apa aku di matamu dan dimata orang-orang yang lekat memandang.

Jika aku bertanya, bisakah kau berubah? Menjadi seseorang yang menyesali kebodohan dan kekanakanmu. Jika kau mau, berdoalah pada Tuhan, dan mintalah jawaban padanya. Barangkali aku ada disana, dalam doa-doamu.

Sutihat Ahmad Suadh

Sabtu, 26 Desember 2015

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s