” Aku pun ingin merasakan menyentuh langit, tertawa bersamamu dipuncak gunung. Kau dengan filosofimu bercerita tentang apa yang kita lihat disepanjang perjalanan. Sampai lelah kita terasa tak berharga. Hari itu, aku jatuh hati padamu. Aku diam-diam memperhatikanmu yang melihat kearah yang lain. Kau memberiku warna yang tak pernah kulihat selain hitam dan abu-abu. Peraturan, dan semua hal yang membuatku terasa tercekik selama 20 tahun terakhir. Untuk pertama kalinya, aku menikmati hari dengan sepenggal tawa disepanjang perjalanan bersamamu. Aku ingin melawan arah, berjalan bersamamu dan menikmati bahagia dalam hitungan beberapa ribu detik.” – Sutihat Rahayu Suadh-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s